Cari Disini

Sabtu, 03 November 2012

Tulisan Pertama Zaki

" janji bapak "

1. tidak cubit
2. tidak lempar dompet ibuku
3. tidak maksa zaki
4. tidak di tutup mulut zaki
5. tidak kentut
6. segera wudu jika dengar azdan
7.tidak kerja
8. tidak di  kelikitik
9. ga usah di temanin
10. tidak kesini


        Hari Minggu adalah hari yang santai. Hari dimana Zaki bisa belajar buka internet. Dia pun baca blog tentang JANJI IBUKU. Dia komentar ada yang kurang di JANJI ZAKI, yaitu nomor 4, harusnya Tidak Bermain Bibir. Kata Ibuku : Iya, Ibu lupa, tar ditambahin. Masalahnya..... si ibuku ga tahu ngeditnya dimana. Hahahaha.....
         Aku terinspirasi untuk mengajak Zaki belajar menulis. Maka aku rayu dia untuk menulis. Aku imingi2 hadiahnya : nanti boleh main-main di google earth. Dia senang, tapi minta tambahan berupa gaji atas tulisannya. Ibuku-nya Zaki setuju.
         Zaki terlihat senang ketika akan menulis. Dia punya ide ingin menulis tentang JANJI BAPAK. Maka dengan serius dia berpikir kira-kira apa yang mau dijadikan isi JANJI BAPAK. Dan....jreng...hasilnya adalah tulisan berwarna biru di atas. Ada kejadian menggelikan. Ketika menulis item yang keempat, tiba-tiba dari kamar tidur terdengar suara khas "tuuuuut...".   Tut atau pret ya tadi itu???? Apa aja lah, yang penting judulnya itu. Maka Zaki pun ketawa dan langsung menulis item nomor 5.  
Hehe....Minggu pagi terasa ramai.

Selasa, 30 Oktober 2012

Janji Ibuku

             Aku Zaki. Namaku panjang, kata orang kayak 4 gerbong kereta disatuin. Namaku bagus, pemberian Bapak. Ibnu Zaki Fadhil Widyatamaka. Bagus kan? Aku sekolah di SD Kreativa, Bogor. Aku mau cerita tentang sesuatu.
             Di sekolah, aku dan teman-teman Kelas I Venus berkawan dengan baik. Kami saling menyayangi. Jika diantara kami ada salah satu yang melakukan kesalahan, kami saling mengingatkan. Begitu juga dengan Bu Guru. Bu Guru kami ada yang namanya Bu Laela dan Bu Dwi, sedangkan guru pendampingku namanya Bu Tiara. Bu Tiara selalu mendampingi aku ketika belajar, ketika berenang, ketika olahraga, ketika tes formatif, kecuali ketika bermain. Ketika waktu bermain, Bu Tiara hanya memandangiku dari jauh. 
             Meskipun saling menyayangi, aku dan teman-teman juga kadang-kadang ada saatnya tidak bersahabat. Aku tidak suka ketika aku duduk di belakang dan jauh dari Bu Laela, maka aku sering merebut tempat duduk teman. Aku tidak suka ketika ada teman yang meledek aku, maka aku ingin teriak. Aku tidak suka jika ada yang memukul aku, rasanya ingin membalas mukul aja.
             Suatu hari ketika pelajaran IPS, Bu Laela meminta kami untuk membuat sebuah janji. Janji itu dibuat diatas kertas berwarna dan dibuat dengan tulisan besar, supaya mudah diingat. Aku bingung mau buat janji apa. Tapi Bu Tiara mengarahkan aku dan Bu Tiara juga yang menulis janji untuk aku. Aku senang bisa membuat janji. Ternyata janji itu isinya untuk tidak melakukan hal-hal tidak bagus yang sering aku lakukan ketika aku marah dan malas. Liat yah.
JANJI ZAKI
1. Tidak merebut mainan teman dan tempat duduk teman
2. Tidak memaksa dan memukul
3. Tidak teriak-teriak
4. Segera berwudhu jika mendengar adzan
5. Tidak melempar pasir ke badan teman

Kertas JANJI ZAKI aku bawa ke rumah dan aku perlihatkan pada Ibuku. Ibuku kelihatan senang dan langsung menempel kertas itu di pintu kamar. Sekarang, karena ada kertas JANJI ZAKI, setiap aku pengen marah, Ibuku selalu mengingatkan JANJI ZAKI.
            Suatu hari aku malas mandi tapi Ibuku memaksa aku. Aku marah dan teriak-teriak. Ibuku mengingatkan JANJI ZAKI. Kadang-kadang Ibuku ikut marah kalau aku teriak, kadang-kadang Ibuku diam saja. Sekarang Ibuku marah dan meninggalkan aku untuk mandi duluan. Aku masih marah dan segera ambil kertas dan stabillo. Aku mau membuat JANJI IBUKU. Biar aku bisa mengingatkan Ibuku. Aku buat 10, lebih banyak dari JANJI ZAKI. Liat yah...
JANJI IBUKU
1. Tidak marah
2. Tidak maksa Zaki
3. Tidak mandi
4. Tidak pake sabun
5. Tidak pake sampo
6. Tidak sikat gigi
7. Tidak pake baju
8. Tidak pake celana
9. Tidak pake baju tidur
10. Tidak kerja

Selesai sudah aku buat JANJI IBUKU. Aku akan selalu mengingatkan Ibuku kalau marah dan maksa-maksa aku lagi. Aku teriakkan dari luar kamar mandi : Ibuku, Zaki udah buat JANJI IBUKU...! Ibuku cuma menjawab : Ya.....
             Selesai Ibuku mandi, aku menghampiri Ibuku. Aku serahkan kertas JANJI IBUKU. Ibuku membaca dengan serius. Aku menunggu reaksi Ibuku setelah membaca kertas itu. Tapi ... Ibuku tidak lagi marah lagi mukanya. Dia tersenyum...trus ketawa.... sambil berkata menghadap mukaku : Zaki lucu....!!!
             Aku bengong.


Sabtu, 29 September 2012

Syair Cinta Sang Khalifah


cinta itu api,
apa pun yang dilewatinya akan terbakar,
cinta itu cahaya,
apa pun yang dikenainya akan bersinar,
cinta itu langit,
apa pun yang dibawahnya akan ditutupinya,
cinta itu angin,
apa pun yang ditiupnya akan digerakkannya,
cinta seperti air,
dengannya hidup segalanya,
seperti bumi,
cinta bisa menumbuhkan semuanya....
Ali bin Abi Thalib



Saya tidak pandai membuat syair, tidak juga pandai mengartikan syair. Tapi senang mencari arti bila ada syair yang cocok dengan suasana hati. 
Syair ini mengingatkan kita betapa hebat kekuatan CINTA. Cinta kepada Sang Pencipta, cinta pada pasangan, cinta pada sesama manusia, cinta kepada alam. Seandainya semua manusia masih memiliki CINTA, bayangkan dunia seperti apa yang kita diami sekarang.

Kakiku Yang Kaku

Aku dan Sang Gunung, nasib kita ibarat sepasang kekasih yang lagi break. Aku sekarang cuma bisa lihat dia dari jauh. Dia juga cuma bisa menatap aku dari jauh. Kalo ketemu, wua.....h, apapun bisa terjadi.
Yup, sembilan tahun sudah kita berpisah. Aku tinggalkan Sang Gunung demi seorang kekasih baru. Cuih...cuih.  Maafkan aku.... Tapi, kalo Sang Gunung tahu tujuanku meninggalkannya, ia pasti tersenyum. Aku ingin mewujudkan rumah tangga yang sakinah. Bukan, aku bukan selingkuh, karena suatu saat aku dan orang-orang yang kucintai akan kembali untuk mencintai Sang Gunung.

Memang sejak menikah sembilan tahun yang lalu, aku memutuskan untuk sementara menghentikan semua kegemaranku untuk bertualang. Padahal pada saat itu, aku sedang 'jatuh cinta' bener dengan alam. Ga' bisa lihat tanggal merah, kalo ga' mudik, bawaannya ya kemping, cari udara segar di ketinggian. Rasanya masih kebayang sampe sekarang. Mak Nyooos...

Aku mulai konsentrasi dengan impian baru. Punya rumah tangga yang harmonis, punya anak-anak yang sholeh, punya rumah yang teduh dan nyaman segalanya, punya bla..bla..bla.. Pokoknya banyak deh kemauannya. Kalo ada tanggal merah, kegiatannya menghabiskan waktu dengan Jagoanku Zaki. Bukan kasak kusuk lagi nyari temen buat kemping. Ya, perubahannya hampir 180 derajat. Jarang sekali ada acara jalan-jalan jauh seperti dulu. Sampai-sampai, aku merasa kakiku sudah kaku kalo berhadapan dengan Sang Gunung. Kakiku tidak segagah dulu.

Sekarang, Zaki-ku sudah 7  tahun. Dia sudah besar. Aku ingin mengenalkan alam dan Sang Gunung kepadanya. Supaya dia mencintai alam sejak dini. Ga' seperti ibunya, yang terlambat mencintai Sang Gunung.

Edited from weenzaki.multiply.com