Cari Disini
Jumat, 08 Januari 2016
Selasa, 15 Desember 2015
Joyride To Rangkasbitung
Hari Minggu yang lalu, Ibu dan Zaki pergi ke Rangkasbitung naik KA lokal Ekonomi. Berangkat ke Rangkasbitung naik KRL dari stasiun Cilebut ke Mangarai, dari Mangarai ke Duri. Tiba di Duri keluar gate out untuk beli tiket ke Rangkasbitung, harganya hanya RP 5.000,- saja. Pas banget ada KA Lokal Rangkasbitung, KA Lokal itu berangkat dari Angke. Aku bilang pada satpam stasiun Duri, pak, ini tempat duduknya bebas ya, kata satpam stasiun Duri, ya mbak. Tujuan KA Lokal itu ANGKE-RANGKASBITUNG, KA Lokal sudah mau berangkat, Ibu dan Zaki nyari tempat duduk di bagian gerbong 2, Ibu dan Zaki pun capek nyari tempat duduk, untung ada yang masih kosong pada tempat duduk, Aku haus gara-gara ACnya mampet, Zaki tidur di tempat duduk, ada ibu di tengah, Aku di jebakkin ibu, pukul 10.00 sudah tiba di rangkasbitung
Ibu cepet-cepet ambil foto di rangkasbitung dan mengambil tiket, ternyata ibu salah beli tiket, ibu bilang, mas,parung panjang 2 orang, ibu maklum pada loket itu, kereta berangkat lagi sebelum adzan dzuhur, Ibu dan zaki turun di maja aja dari pada parung panjang, ibu juga maklum, akhirnya turun di maja, krl belum datang tujuan tanah abang, ibu dan zaki pun terasa haus, lapar, capek, dan gerah di kereta, kereta pun masih kosong ada tabrakan metro mini dan krl di perlintasan angke dekat S 35 (semboyan 35), di maja ada krl tujuan tanah abang, untung dapet tempat duduk prioritas antara 1 gerbong
krl pun sudah tiba di maja, aku tidur di pinggir gerbong sambungan sebelum kereta berangkat, sudah 3 jam mau berangkat, aku terbangun untuk berdiri di pintu otomatis lihat pemandangan, ada penumpang yang naik krl, aku mempet ke pinggir ke tanah abang
tiba di serpong ada antrian ke rawa buntu, akhirnya tiba di tanah abang, pukul 15.00 untuk ke mangarai transit ke bogor, ternyata lapar gara-gara sate kambing ke pondok cina
Kamis, 22 Oktober 2015
Joyride To Stasiun Nambo
Hari senin yang lalu yaitu
HUT REPUBLIK INDONESIA KE-70/Hari kemerdekaan Indonesia, setelah ibu upacara
dikantor naik bus tingkat tidak ada, lebih baik ke nambo naik kereta dari
juanda s/d depok ibu itu bilang Pak, yang kereta ke nambo itu dimana, kata
security itu sudah di UI (universitas Indonesia). Di depok, Zaki makan terlebih
dahulu. Keretanya EH masih belum datang yang ke nambo ternyata sudah di pondok
cina, Zaki mau video kereta di depok baterai ibu sudah mau habis, Zaki mau
ganti-ganti Hpnya, biarin aja kalau habis, kereta yang ke nambo sudah datang,
Zaki perhatikan jalur 4 didatangkan krl ke nambo, Zaki dan Aku segera naik
kereta, sebelum kereta pintu dibuka, WEDEW ada orang laki-laki digerbong wanita
itu, sudah di stasiun citayam antrian kereta, kereta itu KA 1172, kereta itu
berangkat dari stasiun citayam. 150 KM masuk
stasiun akhir nambo, Zaki dan Ibu naik kereta Cuma setengah jam.
Gimana, cerita Zaki seru kan? Ceritanya, Zaki
sedang belajar menulis, kawans…. Doakan ya semoga ke depannya Zaki bisa menulis dengan lancar. Untuk cerita
versi Ibu, ada dibawah ini…..Yuk, cekidot…
Senin,
17 Agustus 2015, tepat 70 tahun Indonesia merdeka. Untuk pertama kalinya sejak
di Kantor Pusat, Ibu Zaki terpilih untuk mengikuti upacara kemerdekaan di
Lapangan Banteng. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Zaki untuk ikut
meramaikan suasana kemerdekaan di kereta Commuter Line. Dengan antusiasnya,
Zaki dan Ibu berangkat ke Jakarta. Suasana ultah kemerdekaan sudah terasa sejak
di dalam KRL. Beberapa gerbong dihiasi dengan gambar-gambar bertema
kemerdekaan, seperti di gambar samping ini. Di gambar buku di lantai itu
tertulis naskah Proklamasi. Wah…keren deh. Pagi itu suasana KRL seger karena
berlantai hijau rumput dan melongponggggg….
Singkat cerita, Ibu bersama peserta yang lain
upacara hingga selesai. Hari itu kita banyak rencana sebenarnya. Kita akan
keliling Jakarta dengan menggunakan City Tour, bus tingkat gratis, lalu
berhenti di tempat-tempat yang sedang menyelenggarakan lomba-lomba. Kita mau
nonton suasana lomba di Jakarta ceritanya. Namun apa daya…..menjelang
detik-detik Proklamasi, jalan seputaran Istana Negara ditutup, otomoatis bus
City Tour tidak beroperasi karena itu trayek mereka. Akhirnya rencana untuk
menikmati Jakarta gagal total. Tapi…Ibu tidak kehabisan akal. Supaya Zaki tidak
kecewa, Ibu punya cara afdhol untuk menyenangkan Zaki dan menguntungkan Ibu
juga. Hahahaha…Ibu ajak Zaki ke Stasiun Nambo menggunakan KRL jurusan
Duri-Nambo yang melintas di Manggarai. Meskipun sudah berpuluh kali naik ke
Stasiun Nambo, Zaki tetap aja senang. Dan Ibu juga senang karena tidak pergi
jauh-jauh dari rumah. Hehehe….Jadi bisa pulang cepet, maklum…kan kasian Bapak
ditinggal sendirian di rumah. #EdisiBapakYangGakUpacara
Well…tidak ada ojeg menuju Stasiun Juanda.
Kita jalan kaki ajah. Stasiun Juanda mulai ramai penumpang. Ternyata di hari
itu, PT KAI mengeluarkan pengumuman bahwa beberapa perjalanan jarak dekat
seperti Commuter Line dan KA Lokal digratiskan sejak jam 7 pagi tadi.
Wahhhhhh…….pantesan ramai. Pagi tadi kita masih bayar karena belum jam 7. Pagi itu kita melawan arus aja deh, yang
ramai pasti dari Bogor ke Jakarta. Karena Ibu udah bosen tiap hari
berdesak-desakan, maka nyari perjalanan yang aman aja.
KRL Duri-Nambo melaju melewati
stasiun-stasiun yang sama dengan KRL Bogor. Perpisahan antara KRL Nambo dan KRL
Bogor adalah di Stasiun Citayam. Oleh karena itu, dari Stasiun Juanda kita
cukup naik KRL Bogor sampai Citayam saja, atau naik KRL Depok. Ternyata yang
datang KRL Depok, yowis kita naik…nanti di Depok kita transit dan naik KRL
Nambo. Perjalanan kali itu aman-aman saja. Sampai di Stasiun Depok, belum ada
tanda-tanda KRL Nambo akan datang, lalu Zaki dan Ibu harus makan siang dulu.
Pukul 12.30 KRL Nambo tiba di Stasiun Depok.
Kita segera naik. KRL melaju melewati Stasiun Citayam. Dari Stasiun Citayam,
KRL akan mengambil jalur ke arah kiri, sedangkan arah kanan itu menuju Bogor.
Sepanjang perjalanan ke Nambo, kita akan melewati Lapas Pondok Rajeg, Stasiun
lama Pondok Rajeg (lewat terus), Stasiun Cibinong, Jalan Tol Jagorawi, Stasiun
lama Gunung Putri (lewat terus) dan
akhirnya Pabrik Semen Cibinong di daerah Nambo. Ternyata, jalur ke Nambo ini
sudah biasa digunakan oleh KLB (Kereta Luar Biasa) untuk mengangkut semen-semen
dari Pabrik Semen Cibinong. Jalur ini mulai digunakan untuk Commuter Line belum
lama, sekitar sejak setahun yang lalu mungkin. Sepanjang perjalanan kita harus
hati-hati dan menjauhi jendela yang tidak ada tirainya, karena masih ada
anak-anak iseng yang suka melempari KRL dengan batu. Entah apa motif anak-anak
ini, mungkin lucu aja kali ya ada KRL yang melintas, biasanya kan cuma kereta
tanpa gerbong yang lewat kesana.
Disamping pemandangan indah yang kita temui,
di beberapa daerah, jalur ini merupakan jalur sampah. Banyak penduduk yang
memanfaatkan tanah rel kereta menjadi TPA (tempat pembuangan akhir) sampah.
Sangat disayangkan sebenarnya, dari kesadaran masyarakatnya kelihatan sekali
kalo kita ini sebenarnya negara belum berkembang (dalam hal sampah). Suka sedih
kalo lagi jalan2 di kota Bogor, berhenti di halte, ada orang yang membuang
sampah di tempat dia berdiri, padahal di pinggir dia itu tempat sampah. Kadang
sebagai orang dewasa suka bingung apa yang harus dilakukan. Mending menjadi
Zaki aja deh, gak bingung-bingung, dia bisa menegur orang tanpa rasa bersalah.
Orang juga maklum dan malu karena Zaki anak-anak. J
sekian dulu tentang sampah.
![]() |
| Pabrik Semen Cibinong |
Kembali ke KRL Nambo, perjalanan dari Citayam
ke Nambo ditempuh dengan waktu 30 menit saja. KRL hanya berhenti di Stasiun
Cibinong. Katanya, Stasiun Cibinong ini dekat dengan flyover Cibinong. Lumayan
juga kan cepet, buat orang Citayam yang mau shopping ke Pasar Cibinong. Lalu,
sebelum sampai ke Nambo, kita akan melewati Pabrik Semen Cibinong. Pabriknya
guedeeee…bingit dan gersang.
Akhirnya…tibalah kita di Stasiun Nambo.
Karena kita menggunakan kartu multi trip, kita bisa menunggu di dalam kereta
aja sebelum keretanya berangkat lagi. Tapi bagi yang menggunakan single trip,
harus nge-tap dulu yah…. KRL akan
istirahat selama 20 menit di Stasiun Nambo.Zaki dan Ibu akan kembali ke Stasiun
Citayam untuk transit dan pulang ke Bogor lagi. Bapak sudah menunggu…….
Sampai jumpa di cerita kereta selanjutnya…..
Kamis, 20 Agustus 2015
Kompetisi Robotik Pertamaku
Zaki, 10 tahun
"Yesss....Alhamdulillah, akhirnya aku dapat medali, Ibu...
Itulah ekspresi kegembiraan Zaki sesaat setelah menerima Bravery Medal pada kompetisi Robotic yang diadakan oleh CK (CreativKids). Hari Minggu yang lalu, tanggal 16 Agustus 2015 diselenggarakan National Competition "Robot Explorers" di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci Tangerang. Penyelenggaranya adalah sekolah robotik CreativKids. Peserta datang dari berbagai kota di Indonesia dimana sekolah tersebut berada.
Untuk temans yang belum tahu ada kursus robotik, mungkin tulisan ini sedikit membantu.
"Yesss....Alhamdulillah, akhirnya aku dapat medali, Ibu...
Itulah ekspresi kegembiraan Zaki sesaat setelah menerima Bravery Medal pada kompetisi Robotic yang diadakan oleh CK (CreativKids). Hari Minggu yang lalu, tanggal 16 Agustus 2015 diselenggarakan National Competition "Robot Explorers" di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci Tangerang. Penyelenggaranya adalah sekolah robotik CreativKids. Peserta datang dari berbagai kota di Indonesia dimana sekolah tersebut berada.
Ini adalah kompetisi pertama Zaki, jadi rasanya Bapak dan Ibu Zaki turut semangat mengantar Zaki kompetisi. Saking semangatnya, Bogor-Tangerang hanya ditempuh dalam waktu satu jam saja, Kami pun kepagian tiba di lokasi. Hehe...acara jam 8, sedangkan kita tiba jam 7. Masih banyak waktu untuk sarapan dan jalan kaki menikmati segarnya boulevard Lippo Karawaci di waktu pagi.
Pukul 8 kita ke area kompetisi melakukan registrasi ulang. Kami disambut oleh Miss dan Mister Panitia yang ramah. Disana sudah ada stand yang menyajikan makanan khas daerah masing-masing, meja-meja untuk lomba, panggung meriah, dan sudah ada robot-robot lego yang dirancang oleh murid-murid CreativKids dengan tema Pearl Explorer. Mereka adalah robot penambang emas, robot penambang batu akik (hihihi...kreatif juga nih idenya), robot penyedot minyak bumi, dan lain-lain. Pesertanya masih usia SD-SMA, salut banget deh ngelihatnya......
Setelah sambutan dan lain-lain, akhirnya tiba waktunya lomba. Zaki ikut lomba di kelas Construction dengan membuat Climbing Car. Pesertanya lumayan banyak, sekitar 40 orang dibagi dua sesi. Setiap peserta diberikan satu box lego yang disediakan oleh Panitia. Begitu gong berbunyi....anak-anak langsung konsentrasi dengan legonya. Kami para orangtua boleh melihat dari sepanjang koridor yang disediakan.
Tiga puluh menit berlalu, sudah ada yang bisa menyelesaikan proyeknya dan langsung melakukan trial di papan climbing. Dari jauh, Ibu dan Bapak Zaki memperhatikan Zaki. Dari awal, Zaki hanya melihat-lihat lego didepannya. Sesekali garuk-garuk kepala, persis kayak ibunya kalo lagi bingung. Hahaha.... Ibu mulai keringetan, Bapak mulai gelisah. Ada apa dengan Zaki yah? Mungkin ini yang pernah dialami ortu-ortu lain jika anaknya sedang lomba. Kalo posisi anaknya dekat, ortu yang gelisah akan cerewet ngasih arahan (padahal itu malah bikin anak tambah ga konsen). Untung posisi duduk Zaki jauh dari tempat ortu, jadi kita masih bisa tahan ga teriak2 ke anak. Kalo inget kejadian ini suka ketawa sendiri. Yang stress malah emaknya, Zakinya mah santai-santai aja.
Beberapa menit kemudian, Zaki mulai merakit dengan pedenya. Dalam waktu singkat, dia berhasil membuat Climbing Carnya sendiri. Alhamdulillah.....Ibu Zaki mencolek-colek Bapak sambil kegirangan. "Pak...jadi Pak,,," hihihihi...Ibu Zaki norak deh. Zaki mulai maju mencoba di papan climbing. Mobilnya bisa naik tapi kemudian menjungkal di tengah jalan....perbaiki lagi...coba lagi...
Tiba sesi penilaian, masing-masing anak memperagakan proyeknya di papan climbing. Ada yang berhasil sampai finish, ada yang tidak, bahkan ada yang proyeknya belum selesai. Meskipun demikian, setiap anak dikalungi medali keberanian "Bravery Medal" atas keberaniannya ikut kompetisi. Adapun Zaki, meskipun mobilnya terjungkal di tengah jalan, dia tetap bilang "Yessss...."sambil ketawa ga ada beban. Dia makin senang ketika dikalungi medali oleh Judge-nya.
Itulah cerita kompetisi pertama Zaki. Ceritanya.....dengan mengikuti kompetisi, Ibu berharap Zaki akan banyak belajar dan selalu percaya diri dengan kemampuannya. Tapi...setelah mengalami lomba ini, sepertinya yang harus banyak belajar untuk percaya diri adalah orang tuanya yah...Hehehe...jadi malu.
Perkenalan Zaki dengan robot-robot lego ini berawal dari Sekolah Kreativa yang mengadakan ekskul robotik untuk siswanya. Sempat pernah ikut robotik di kelas 1, tapi karena terkendala mobil jemputan, akhirnya Zaki gak ikut ekskul apapun di sekolah. Rupanya Zaki sangat terkesan dengan robot-robot lego. Dia yang biasanya tidak nyaman dengan mainan yang bisa bergerak-gerak, dengan robot lego justru sebaliknya. Walaupun robot lego bergerak kesana kemari, Zaki senang sekali bermain. Akhirnya Zaki diikutkan kursus di CreativKids yang lokasinya tidak jauh dari rumah.
Untuk temans yang belum tahu ada kursus robotik, mungkin tulisan ini sedikit membantu.
Jangan dulu dibayangkan bahwa murid-murid kelas robotik ini adalah anak-anak dengan IQ tinggi, hebat dalam fisika, introvert, berkaca mata tebal dan mereka membuat robot super secanggih Transformers. Jika membayangkannya seperti itu, maka tidak semua anak bisa ikut kelas robotik. Di kelas robotik, pertama kali yang diajarkan adalah membangun kreatifitas dari lego. Yah, lego yang bentuknya kotak-kotak berbintil-bintil itu.... hehehe... Jadi, jika anaknya senang bermain dengan balok dan lego, jika diberi kursus robotik, pasti nyambung. Yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah anak lebih kreatif karena bisa membuat sesuatu sesuai imajinasinya sendiri. Nah, untuk kreatif ini kan tidak harus hebat dalam fisika. Kegiatan ini akan memberi stimulasi terhadap motorik halus anak.
Tahap selanjutnya setelah tahap Creativity adalah Construction, yaitu membuat alat yang digunakan sehari-hari sampai alat itu berfungsi, misal mobil, kipas angin dan lain-lain. Bahan yang digunakan juga dari lego. Tahap berikutnya baru Robotic yaitu membuat robot lego yang lebih rumit, seperti miniatur robot untuk pertambangan.
Nah, sudah terbayang kan? Jika dulu, kita harus jago fisika dulu untuk membuat robot, sekarang dibalik, bisa membuat bentuk robot dulu, baru ilmu fisikanya dipelajari sambil jalan. Itulah Learning By Doing.
Oiya, bagi yang penasaran dengan biaya, jangan khawatir...Rata-rata sekolah robotik perlu biaya Rp300.000,00 per bulan untuk empat kali pertemuan. Sama kan dengan les-les yang lain. Hanya sayang....belum di setiap kota ada sekolah robotiknya. Beruntunglah yang tinggal di kota-kota besar, mereka bisa memilih sekolah robotik sesuai kebutuhannya. Temans bisa searching di Mbah Google dengan tag "sekolah robotik (nama kota)".
Oke temans...sekian dulu info tentang sekolah robotik. Semoga bermanfaat.
Selasa, 11 Agustus 2015
Sepanjang Jalan Kereta........
Ibu, nanti ibu dipecat yah dari pekerjaannya!!
Itulah sepenggal kalimat ancaman yang dilontarkan Zaki jika
sedang kesal karena ketinggalan KRL Citayam Nambo. Kalau sudah begini, ibunya
hanya bisa diam dan berharap Zaki bisa mengalihkan percakapannya ke obyek
kereta yang lain.
Zaki, anakku 10 tahun. Cita-citanya sungguh mulia, menjadi
masinis, supirnya ular besi yang bisa mengangkut ribuan orang dalam sekali
perjalanan. Keinginannya menjadi masinis membawanya bertekad untuk bisa
melanjutkan sekolah perkeretaapian, gak tanggung-tanggung ia ingin sekolah di Madiun
dan kuliah di Jepang atau di Belgia. Kecintaannya kepada kereta api berawal
dari perkenalannya dengan KRL di kelas TK dan berlanjut dengan hobi ibunya
ngajak jalan-jalan yang salah satunya dengan naik KRL. Kecintaanya makin
bertambah setelah mendapat reward atas perilakunya yang baik berupa majalah KA
setiap bulan. Setiap bulan tanggal 10 dia pasti mengingatkan ibu atau bapanya
untuk membeli majalah KA.
Zaki 7 tahun hobinya jalan-jalan sepanjang gerbong. Dari
gerbong 1 sampai gerbong 8 disikat habis, kadang-kadang 1 rit alias bolak
balik. Sebagai ibu yang baik, aku ikuti
kemanapun kaki Zaki melangkah. Gak peduli dengan tatapan penumpang yang lain,
yang mungkin bertanya-tanya dalam hati, knapa ibu anak ini bolak balik aja
kayak setrikaan. Hehe.... Pada usia itu, memang Zaki lagi senang-senangnya bergerak,
jalan kesana kemari ga ada capenya. Gak kenal kata low batt. Dan....waktu pun
bergerak cepat. Zaki 10 tahun sudah tidak jalan sepanjang rangkaian kereta.
Zaki sudah menikmati perjalanan KRL dengan lebih tenang, hanya tetap aja ciri khasnya ada,
yaitu dia gak mau duduk di kursi. Dia menikmati perjalanan dengan cara berdiri
menatap pemandangan dari pintu otomatis. Zakiku emang unik. Hehhee....
Sekarang, hampir tiap minggu Zaki bertanya, apa yang akan
dilakukan hari Sabtu atau Minggu. Kalo aku bilang “di rumah aja”, dia akan
bilang “ah, ibu mah jahaaat” dengan logat manja. Sebenarnya aku udah tahu, dia
pasti berharap dapat bonus jalan-jalan naik kereta api atau KRL. Dan aku pun
nggak pelit untuk menyisakan waktu untuk buah hatiku itu setiap akhir pekan.
Its quality time for us. Jadi kalo kita nggak suka ajak-ajak yang lain,
maap-maap yah......
Cerita ini adalah tentang perjalanan Zaki mengeksplor
stasiun-stasiun di luar jabodetabek. Belum begitu banyak sih karena waktunya juga hanya
Sabtu Minggu, jadi kita cari kereta yang dekat-dekat aja.
1. Stasiun Cianjur
Perjalanan ke Cianjur kali ini menggunakan kereta api relasi Bogor – Sukabumi – Cianjur. Berangkat dari Stasiun Bogor Paledang pukul 07.55 pagi. Untuk bisa naik kereta api jurusan Cianjur ini kita tidak bisa beli tiket mendadak jika berangkat di hari Sabtu dan Minggu. Di depan tiket pasti ditolak mentah-mentah karena sehari sebelumnya tiket sudah terjual habis. Memang peminatnya banyak mengingat jika perjalanan ditempuh dengan mobil saja bisa memakan waktu 4-5 jam dengan macet-macetnya. Tapi jika ditempuh dengan kereta api hanya memakan waktu 2 jam untuk sampai ke Sukabumi dan 3 jam lebih untuk sampai ke Cianjur. Makanya tidak heran, pada hari H tiket selalu habis terjual.
Kereta api yang melintasi jalur ini adalah KA Pangrango dan
KA Siliwangi. Dalam satu rangkaian ada kelas Bisnis dan Kelas Ekonomi. Waktu
itu, dengan harga Rp 20.000,- kita sudah bisa naik di kelas ekonomi menuju
Sukabumi. Sedangkan kelas ekonomi menuju Cianjur ditarif Rp40.000,- Sebenarnya
Sukabumi-Cianjur kan ga terlalu jauh yah, tapi kenapa tarifnya disamakan? Jadi
kesannya ke Cianjur itu lebih eksklusif.
Bisa jadi sih alasannya karena peminat jurusan Cianjur sangat sedikit,
sedangkan biaya perjalanan juga memakan biaya yang tidak sedikit, makanya
ditentukan tarif yang lumayan mahal. Memang kalo sudah sampai di Stasiun
Sukabumi, jumlah penumpang menurun
drastis. Bisa-bisa satu gerbong hanya diisi oleh satu orang saja, pokoknya
serasa kereta carteran deh. Oya, denger-denger seiring dengan kenaikan tarif Commuter Line, tarif kereta api jurusan
ini ikut naik juga dari Rp20.000,- menjadi Rp35.000,-
Jalur Bogor-Cianjur didominasi oleh pemandangan yang indah.
Hutan, gunung, sawah, dan ada terowongan Lampegan yang kabarnya merupakan
terowongan tertua di Indonesia dan memiliki panjang 686 m. Suatu hari, Zaki dan
Ibu pengen berhenti di Stasiun Lampegan, hanya ingin berfoto di depan
terowongan tua itu. Hehehe.... Kalo temans mau melewati terowongan ini, harus
punya tiket sampai Cianjur yah....soalnya lokasinya berada di jalur
Sukabumi-Cianjur.
Perjalanan berakhir di Stasiun Cianjur. Kami tiba di Cianjur
pukul 11.40 WIB. Karena tidak ada tujuan lain, Zaki dan Ibu sudah membeli tiket
balik sejak di Bogor tadi. Kami harus menunggu dua jam sebelum kereta berangkat
lagi. Masih cukup waktu untuk sholat dan nyari makan siang. Jam 13.50 WIB kita
capcus lagi ke Bogor melewati pemandangan yang sama dan menyenangkan.
Jadwal kereta ini bisa dilihat di http://keretaapikita.com/jadwal-kereta-api-pangrango-dan-siliwangi/
2. Stasiun Purwakarta
Kereta api yang melayani relasi
Jakarta-Purwakarta disebut KA Lokal. Dengan hanya ada kelas ekonomi, KA Lokal
ini termasuk yang paling murah untuk perjalanan jarak jauh. Gimana nggak murah,
dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Purwakarta cukup merogoh kocek
Rp6.000,- saja. Murah bingits.... Ketika tarif kereta yang lain mengalami
kenaikan, KA Lokal istiqomah dengan tarif enam rebunya. Hm....Zaki dan Ibu ga
sabar pengen menjajal KA Lokal ini. Pengen lihat tumpukan kereta bekas di
Stasiun Purwakarta.
KA Lokal menuju Purwakarta hanya tersedia
di Stasiun Jakarta Kota. Waktu itu kita ambil jadwal keberangkatan pukul 10.15 pagi.
Antrian di loket tidak terlalu panjang. Tinggal menyebutkan jumlah penumpang,
bayar, tiket sudah di tangan, gak perlu menyertakan KTP lagi. Mudah banget deh.
Kereta sudah datang.... Zaki dan Ibu naik
gerbong. Duduk di KA Lokal tidak ditentukan, bebas mau duduk dimana aja.
Ceritanya kita pengen di gerbong paling belakang supaya bisa melihat
pemandangan keseluruhan. Tapi ternyata, gerbong belakang diisi gerbong yang ada
mesinnya, udah berisik, ga ada pemandangan lagi. hihihi....tapi biarpun
berisik, Zaki betah lho di gerbong ini. Berkali-kali kuajak pindah, tetep gak
mau. KA Lokal ini tidak senyaman kereta
ekonomi yang lain. AC ada, tapi puanasnya...minta ampun. Setara dengan harga
tiketnya yang murah, mungkin AC di KA Lokal ini tidak dipernah ditambah freon.
Mandi keringat....nikmati sajalah....
Tiba di Stasiun Purwakarta pukul 12.43 WIB.
Dan seperti biasa, tiket pulang sudah siap. Turun dari kereta, kita cepet-cepet
ambil spot untuk ambil gambar. Terpesona dengan tumpukan gerbong-gerbong yang
ditumpuk sampai tiga tingkat, spot yang bagus untuk berfoto. Tapi lagi asik-asik
foto, ditegur oleh satpam....katanya ga boleh ambil foto disini. Lho, kenapa?
Harus ijin pimpinan dulu katanya. Hm....peraturan yang aneh. Beberapa anak muda
yang berfoto juga ditegur sama satpam. Pak satpam pun dengan sabar meladeni
pertanyaan kita yang terheran-heran dengan peraturan yang lain dari yang lain
ini. Okedeh...akhirnya kita keluar untuk mencari makan siang. Untungnya diluar
stasiun masih bisa foto, tuh di bawah patungnya Gatotkaca. Hehehe....
Kereta akan berangkat lagi menuju Jakarta
Kota pukul 13.40 WIB. Dan kita pun
pulang berpanas-panasan lagi. Aku kecewa
karena ga bisa berfoto di tumpukan gerbong. Tapi Zaki tidak pernah ada kata
kecewa, yang penting pernah naik KA Lokal dia sudah hepi. Eh, tapi setelah
kereta jalan lagi, aku sempet mencuri ambil gambar dari dalam kereta. Klik,
dapet foto gerbong rusaknya......yesss.... Setelah itu, aku ditegur oleh Zaki.
Katanya, Ibu, kan gak boleh moto kereta
gerbong rusak itu, kata Pak
Satpam. Ibu Zaki pun nyengir.....
Untuk melihat jadwal KA Lokal, silakan
lihat di http://www.railway.web.id/2014/05/jadwal-ka-ekonomi-lokal-purwakarta-dan.html
Berkunjung ke
Stasiun Tugu Yogyakarta ini adalah inisiatif Zaki, dimana di salah satu edisi
Majalah KA, ada pintu perlintasan yang digeser otomatis. Zaki penasaran,
ceritanya. Nah, kebetulan sekali lebaran
2015 kemarin kita mudik ke Klaten. Ibu Zaki yang ikut penasaran punya rencana
seru, yaitu jalan-jalan ke Yogya naik KA Lokal Prameks dari Stasiun Klaten
sampai Stasiun Tugu Yogyakarta. Di hari Minggu kita berangkat. Ternyata KA
Lokal Prameks ini juga murah bingits lho, Cuma Rp8.000,- aja, melayani relasi Stasiun Solo
Balapan-Yogyakarta. Peminatnya
juga banyak, apalagi
kalo musim liburan begini.
Saking ramenya, kita harus nunggu tiga jam untuk naik KA Lokal Prameks berikutnya.
KA
Lokal Prameks hanya terdiri dari empat gerbong saja. Didalamnya seperti Commuter
Line, banyak penumpang yang berdiri, tapi ga terlalu berdesak-desakan dan masih
bisa bernafas lega dan duduk di lantai. Jadwalnya juga banyak, setengah jam sekali. Jarak tempuh dari Stasiun Klaten ke Stasiun
Yogyakarta hanya perlu waktu setengah jam saja, cepet banget kan. Akhirnya kita
turun di Stasiun Tugu Yogakarta. Kondisi Stasiun Tugu rame banget. Lokasinya
strategis dan dekat dengan Jl. Malioboro, tempat tujuan wisata utama
Yogyakarta. Rasanya belum ke Yogya kalo nggak mampir di Malioboro.
Zaki
sudah ga sabar pengen lihat pintu geser otomatis. Kalo Ibu udah ga sabar pengen
shopping dan makan di Malioboro. Dari
pintu keluar stasiun, kita bisa berjalan kaki selama 10 menit menuju pintu
geser otomatis. Letaknya persis di seberang ujung jalan Malioboro. Zaki
kelihatan senang dan bersemangat. Dia langsung mengabadikan momen gesernya dan
datangnya kereta api. Ibu yang dari tadi sudah pengen makan dan jalan-jalan
nggak dihiraukan oleh Zaki. Keinginan Zaki semula yang pengen menikmati nasi
angkringan asli di Yogya juga terlupakan. Dia lebih memilih ngetem di pintu
geser.
Liburan
ke Yogya akhirnya hanya sampai di pintu geser dan beberapa blok toko di
Malioboro saja. Ketika akan pulang lagi ke Klaten, kita harus ngantri dari jam
5 sore untuk mendapatkan tiket jam 8.30 malam.
Ibu lupa, harusnya begitu turun langsung beli tiket pulang. Dan…setelah
ngantri lama, tiket juga kehabisan. Huuuuuu….ratusan calon penumpang kecewa. Untungnya,
Yogya-Klaten masih bisa ditempuh dengan bis. Bis Trans Yogya yang melewati Jl.
Malioboro ternyata ada rute Candi Prambanan. Yowislah…. Kita akhirnya naik
Trans Yogya. Murah bingittttsss, tiketnya Cuma Rp3.500,- aja, ngantrinya cuma
sebentar. Di Prambanan, Bapake sudah menunggu.
Oke Temans.....sampai disini dulu yah cerita jalan-jalannya.....next time disambung lagi dengan stasiun yang lain....
Rabu, 15 Juli 2015
Dalamnya Puisi Soe Hok Gie
Posting ini merupakan repost dari blog multiply-ku yang sudah almarhum. Setelah di-googling berdasarkan tag "kaki-kakiku kaku", ternyata ada beberapa blogger yang sudah mengutip postingan ini. Alhamdulillah, ga usah mikir-mikir lagi untuk mencari kata-kata. Lets cekidot....
Mandalawangi - Pangrango
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Jakarta 19-7-1966
Puisi ini memberiku inspirasi untuk mulai mencintai gunung. Aku gak tahu tepatnya kapan aku temukan puisi ini. Lupa. Yang aku ingat, sejak tahu puisi ini dibuat oleh Soe Hok Gie, aku mulai tertarik dengan pembuatnya. Dan tertarik juga untuk menyambangi Mandalawangi. Pengen tahu sehebat apa pesonanya sampai-sampai Gie mengidolakan tempat itu.
Cita-cita Soe Hok Gie untuk mati di tengah alam betul-betul kesampaian. Cocok dengan ungkapan dari puisi Yunani yang suka dikutipnya; "Nasib terbaik adalah tak dilahirkan. Yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Bahagialah mereka yang mati muda."
Mandalawangi - Pangrango
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Jakarta 19-7-1966
Puisi ini memberiku inspirasi untuk mulai mencintai gunung. Aku gak tahu tepatnya kapan aku temukan puisi ini. Lupa. Yang aku ingat, sejak tahu puisi ini dibuat oleh Soe Hok Gie, aku mulai tertarik dengan pembuatnya. Dan tertarik juga untuk menyambangi Mandalawangi. Pengen tahu sehebat apa pesonanya sampai-sampai Gie mengidolakan tempat itu.
Bersyukur, aku gak perlu jauh-jauh cari info. Teh Dian, temanku waktu di Bandung, meminjamkan buku antiknya berjudul CATATAN SEORANG DEMONSTRAN (CSD). Kusebut antik karena warna kertasnya yang udah kuning kecoklatan dan jahitannya yang udah gak utuh lagi menampakkan kalo buku itu sudah berumur. Mungkin karena itu aku tidak menemukan puisi Mandalawangi-Pangrango dalam buku CSD, karena ada beberapa halaman yang hilang.
Soe Hok Gie, lahir di Jakarta 17 Desember 1942, seorang mahasiswa UI tahun '66 yang juga aktivis dan banyak menyuarakan tentang HAM dan tentang semua ketidakadilan yang terjadi di masa itu. Orangnya idealis, berani dan gigih. Dia mengobarkan pemikiran dan sikapnya melalui tulisan, dalam mimbar diskusi, rapat senat mahasiswa sampai berdiri di barisan terdepan dalam demonstrasi menentang rezim Soekarno. Dia juga tergabung dalam Mapala UI. Alun-alun Mandalawangi di gunung Pangrango adalah tempat favoritnya. Dia meninggal di gunung Semeru bersama seorang kawannya akibat menghirup gas beracun yang menghembus dari kawah Mahameru, tanggal 16 Desember 1969, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Pada tahun 1975, makamnya dibongkar dan tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.
Soe Hok Gie memang mati muda. Tapi semangatnya tetap hidup dan memberi inspirasi pada banyak orang. Sampai saat ini, puisi Mandalawangi-Pangrango menjadi puisi wajib bagi para pendaki gunung.
Rabu, 22 April 2015
Peduli TORCH, Peduli Keturunan Kita.....
Temans, pernahkah temans punya masalah dengan mata, syaraf otak, keguguran, lemah kandungan, susah hamil, anak yang lahir tidak sempurna, flu berkepanjangan dan tidak sembuh-sembuh. Jika iya, temans boleh curiga adanya TORCH dalam darahnya. Tidak familiar dengan istilah TORCH? Nah, kali ini saya akan memaksa temans untuk aware dengan penyebab berbagai penyakit ini. Berikut saya kutip dari spesialistorch.com.
TORCH
adalah singkatan dari Toxoplasma gondii (Toxo), Rubella, Cyto Megalo
Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) yang terdiri dari HSV1 dan HSV2
serta kemungkinan oleh virus lain yang dampak klinisnya lebih terbatas
(Misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vaccinia, virus
Polio, dan virus Coxsackie-B).
Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH
(Toxo, Rubella, CMV, dan Herpes) adalah hewan yang ada di sekitar kita,
seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing,
babi dan lainnya. Meskipun tidak secara langsung sebagai penyebab
terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini adalah hewan, namun
juga bisa disebabkan oleh karena peratara (tidak langsung) seperti
memakan sayuran, daging setengah matang dan lainnya.
Dalam dunia medis, Toxo sering disebut juga dengan
virus kucing. Padahal sesungguhnya ini bukan virus kucing, tetapi
parasit darah. Kenapa sering disebut virus kucing : selain sebutan ini
sudah salah kaprah, memang parasit ini tumbuhnya di dalam tubuh
binatang. Hal mana menurut penelitian di dalam maupun di luar negeri,
70% penyebab penyakit ini adalah kotoran kucing. Kemudian melalui hewan
lain yang menempel dalam makanan, lalu masuklah ke dalam tubuh manusia
dan menyatu dalam darah.
Awalnya seseorang yang mengidap Toxo ini tampak sehat
tetapi kemudian ketika sedang hamil mulai muncul sejumlah gejala.
Gejala yang sering terjadi adalah flek pada wanita yang sedang hamil.
Flek ini bisa terjadi terus menerus sepanjang kehamilan, janin di dalam
rahim tidak berkembang, hamil anggur, atau bayinya meninggal pada usia
kandungan 7-8 bulan. Bahkan yang seringkali terjadi adalah keguguran.
Sebenarnya Toxo bukanlah penyakit menular kepada
pasangan, tetapi ia menular pada keturunan. Bisa jadi anak pertama dan
kedua sehat, tetapi anak ketiga cacat atau mengalami Epilepsi dan autisme.
Tetapi yang sering terjadi sesungguhnya jika dilakukan tes di
laboratorium, baik anak pertama maupun anak kedua sesungguhnya turut
terinfeksi.
Berbeda dengan Rubella. Penyakit ini orang sering menyebutnya dengan Campak Jerman.
Pada kasus Rubella, ibu hamil tidak mengalami keguguran atau bayinya
meninggal saat lahir, tetapi yang sering terjadi adalah bayi yang
dilahirkan mengalami glukoma, atau kebutaan, kerusakan pada otak atau
pengapuran pada otak, bibir sumbing, tuna rungu dan sulit bicara.
Sedangkan pada pengidap CMV (Cyto Megalo Virus),
misalnya seorang ibu pada saat hamil, ia akan mengalami keguguran terus
menerus, atau bayi yang dikandungnya lahir dalam keadaan cacat fisik,
seperti Hidrosefalus (pembesaran kepala), Microsefalus (pengecilan kepala), lahir dengan usus keluar tubuh, tubuh transparan atau kaki dan tangannya jadi bengkok.
Kemudian, untuk penyakit Herpes lain
lagi. Kemunculannya ditandai dengan bintik – bintik pada tubuh dan pada
alat genital. Seorang yang mengidap Herpes, di samping kesakitan, juga
terasa panas. Bagi wanita hamil sering keguguran atau bayinya lahir
dalam keadaan cacat.
Jadi Toxo, Rubella, CMV, dan Herpes
dapat menyebabkan rusaknya fertilitas pada wanita. Sel telur maupun inti
sel dirusak oleh virus tersebut sehingga sel terlurnya mengecil dan
tidak bisa dibuahi. Dengan adanya infeksi TORCH ini, pada wanita bisa
menyebabkan terbentuknya mioma, penyumbatan atau perlengketan, sehingga
sel telur tidak bisa dibuahi atau mengakibatkan sulit hamil.
Toxo tidak menular pada pasangan, sedangkan Rubella, CMV, dan Herpes
bisa menular. Penularan bisa terjadi melalui hubungan seksual, air
liur, keringat, darah, dan Air Susu Ibu (ASI). Sehingga jika wanita
terjangkit Rubella, CMV, dan Herpes, maka suaminya pun dapat tertular.
Sulitnya terjadi kehamilan pada wanita disebabkan oleh virus tersebut
memperburuk kualitas spermatozoa/sperma, karena kekentalan sperma menjadi cair. Volume sperma yang seharusnya 5 CC menjadi 3 CC dan gerakannya pun sudah berubah.
Perlu ditegaskan lagi bahwa Toxo maupun Rubella dan CMV serta Herpes BUKAN hanya milik ibu hamil saja. Tetapi siap pun bisa terkena TORCH.
Baik dia orang dewasa, kamum muda, lansia, maupun balita. Kemudian
TORCH ini yang diserang adalah saraf otak, mata dan gerak. Jika menyerag
otak misalnya gejalanya sering sakit kepala, radang tenggorokan, atau
flu berkepanjangan. Otot – otot terasa sakit sampai ke persendian dan
pinggang. Kaki pun mudah capek dan lemas, menggigil kemudian lambung pun
sakit.
sumber: spesialistorch.com
Nah......untuk mengetahui ada tidaknya TORCH dalam tubuh kita, perlu ada tes darah di laboratorium. Sepertinya semua Lab Klinis sekarang sudah bisa tes TORCH. Tanpa perlu rujukan dari dokter, kita tinggal datang ke lab dan menyampaikan maksud untuk dites TORCH. Biaya tes TORCH IgG dan IgM komplit saat ini berkisar di Rp2.000.000,-. Kalo mau ambil parsial juga boleh, misal tes komplit yang IgG-nya aja atau tes salah satu aja misal Toxoplasma atau Rubella aja. Biayanya nanti di-break down lagi.
Jika dari hasil tes darah tersebut ada TORCH yang positif, kita bisa bertanya ke petugas lab, apa artinya hasil tersebut. Dan kita pun bisa mengambil ancang-ancang untuk melakukan pengobatan. Bagi temans yang ingin ke dokter silakan.... bagi temans yang ingin langsung berobat alternatif, silakan. Semuanya saya rekomendasikan untuk melihat dulu apa yang akan terjadi apabila TORCH menyerang tubuh kita. Klik disini
Berkaitan dengan pengobatan alternatif TORCH ini, saya sudah merekomendasikan beberapa teman agar berkunjung ke web TORCH-nya Pak Juanda atau langsung kopdar dengan Pak Juanda. Alhamdulillah beberapa teman ternyata menindaklanjuti dan berobat sampai tuntas. Namun beberapa teman juga memandang pesimis dengan info ini. Mungkin karena label alternatif yang rata-rata menggunakan cara mejik dalam pengobatannya. Nah, dengan ini saya infokan juga bahwa pengobatan dari Pak Juanda bukan pengobatan mejik. Dari mulai deteksi TORCH aja sudah bukan mejik. Adapun pengobatannya dengan cara minum jus yang sudah diramu sedemikian rupa dan diminum dengan cara sedemikian rupa juga merupakan proses ilmiah. Jus yang dibuat oleh Pak Juanda terdiri dari buah pace, tapak dara dan temu mangga merupakan tanaman-tanaman antivirus. Dan madu yang disarankan untuk dicampur dengan jus juga sudah tidak asing lagi merupakan minuman yang menyehatkan. Oleh karena itu, jangan khawatir untuk terjerumus dengan kemusyrikan.
Oya, untuk berobat dengan Pak Juanda ini temans tidak perlu bertemu dengan beliau lho. Jika TORCH sudah positif, boleh langsung beli di kantor pusat di Bogor atau di outlet yang ditunjuk di beberapa kota besar. Tapi kalo temans ada yang penasaran pengen ketemu dan konsultasi langsung dengan founder terapi ini, bisa juga. Pak Juanda mengadakan seminar di beberapa kota besar dengan jadwal yang tetap setiap bulannya. Harga jus herbal per botol 600ml sekarang berkisar Rp 800.000,-. Sedangkan madu bisa dibeli di mana saja. Satu botol jus herbal tersebut bisa diminum untuk jangka waktu satu bulan. Waktu pengobatan paling lama adalah 6 bulan. Biasanya di bulan ketiga, temans akan diminta untuk tes darah lagi untuk melihat perkembangan TORCH-nya. Jika masih positif pengobatan dilanjut sampai 6 bulan. So bagi temans yang ingin berobat di Pak Juanda sisihkan uang bulanannya untuk terapi... Harga segitu, nilainya kecil jika dibandingkan hasil yang akan kita peroleh. Bayangkan saja yang sering keguguran, akan bisa melahirkan dan punya anak. Yang belum punya momongan, akan segera menimang bayi. Yang vertigo akan segera bilang bye...bye vertigo, dan lain-lain. Jangan lupa berdo'a juga yah....karena yang mengabulkan ikhtiar kita adalah tetap Yang Di Atas.
Eh, mungkin ada yang heran dan bertanya-tanya kenapa sih jenk Wiwin serius amat mempromosikan terapinya Pak Juanda? Jangan-jangan dapat komisi nih dari yang Rp800.000,- itu (maklum tukang jualan palu gada). Hehehee....... Alhamdulillah saya dapat komisi pahala yang tidak dibayar kontan didunia. Saya pernah punya masalah dengan TORCH ini sampai akhirnya merasakan manfaatnya yang luar biasa, khususnya untuk jagoan saya, Zaki. Nanti saya ceritakan di postingan berikutnya yah......
![]() |
| Fayha & Kalila |
Ada temans yang sudah aware dengan TORCH ketika baru menikah. Dia tidak menunggu gejala yang terlihat untuk memastikan adanya toxoplasma di tubuhnya, dan benar positif tinggi. Gak pake ba bu bi lagi, begitu hamil langsung berobat ke Pak Juanda dan minum jus selama masa kehamilan. Kini putrinya sudah 2, normal, cantik dan pintar-pintar. Tumbuh kembangnya cepat dan jarang sakit. Hallo Fayha Kalila cantik......
Kalo urusan jarang sakit ini, aku alami sendiri dengan Zaki. Zaki kecil setelah berobat ke Pak Juanda jarang banget sakit, meskipun cuma pilek batuk. Berbeda dengan teman seusianya yang sedikit-sedikit harus ke dokter karena sakit. Dan karena Rubella dan CMV-nya sudah negatif, memudahkan Zaki untuk menangkap stimulasi yang datang. Padahal sebelumnya Zaki seperti anak autis yang sulit menangkap stimulasi apapun.
Baiklah temans, sekian dulu yah info dari aku. Mudah-mudahan bermanfaat....
Cheers.....
Langganan:
Postingan (Atom)














